
KONSULTAN AKREDITASI SEKOLAH, SILABUS - RPP ( PENERAPAN EKPLORASI, ELABORASI, KONFIRMASI ), SERTIFIKASI, KELENGKAPAN KURIKULUM, EDS, LOMBA UKS, PERLENGKAPAN SEKOLAH/KANTOR, SHOOTING VIDEO, WEDDING, PHOTO RESEPSI PERKAWINAN, PEMBUATAN SPANDUK, POSTER, BROCHURE ( BROSUR ), NAME BOX, BANNER STANDING, UNDANGAN PERKAWINAN, KARTU NAMA dll
Senin, 29 Agustus 2011
Selasa, 23 Agustus 2011
Amalan Rasulullah di 10 Malam Terakhir
Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya, seperti yang diutarakan Aisyah RA.
Pada 10 malam akhir Ramadan, Rasulullah SAW mengkhususkan dengan amalan-amalan yang tidak biasa beliau lakukan pada bulan atau malam-malam yang lain, di antaranya:
1. Menghidupkan malamnya dengan memperbanyak salat, ada yang mengatakan sampai pagi, meskipun Aisyah RA mengatakan: "Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah salat malam hingga pagi."
2. Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk salat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak melakukan demikian.
3. Bahwasanya Nabi SAW mengencangkan kainnya. Maksudnya beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya.
4. Mensegerakan berbuka dan sahur diakhirkan.
5. Mandi antara Maghrib dan Isya.
6. I'tikaf, Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA: "Bahwasanya Nabi SAW senantiasa ber-i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadan,hingga Allah mewafatkannya."
Orang yang beri'tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berzikir dan berdo'a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Semoga 10 malam terakhir Ramadan kali ini kita maknai dengan sebaik-baiknya. Amin Ya Rabbal Alamin
Pada 10 malam akhir Ramadan, Rasulullah SAW mengkhususkan dengan amalan-amalan yang tidak biasa beliau lakukan pada bulan atau malam-malam yang lain, di antaranya:
1. Menghidupkan malamnya dengan memperbanyak salat, ada yang mengatakan sampai pagi, meskipun Aisyah RA mengatakan: "Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah salat malam hingga pagi."
2. Rasulullah SAW membangunkan keluarganya untuk salat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak melakukan demikian.
3. Bahwasanya Nabi SAW mengencangkan kainnya. Maksudnya beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya.
4. Mensegerakan berbuka dan sahur diakhirkan.
5. Mandi antara Maghrib dan Isya.
6. I'tikaf, Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA: "Bahwasanya Nabi SAW senantiasa ber-i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadan,hingga Allah mewafatkannya."
Orang yang beri'tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berzikir dan berdo'a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Semoga 10 malam terakhir Ramadan kali ini kita maknai dengan sebaik-baiknya. Amin Ya Rabbal Alamin
Antologi Puisi KARIYOSO HAJI - Loaraya, Juni 1983
Wadakleh
Sisa Busu tulak hambat mondar mandir dengan besungut-sungutnyawa ndik tahu apanya ndak sida cari
Oiiiii...Busu...
Apa ndak kita polah tulak hambat sampai mriyan ni masih jua bececari
Sida Busu tekelijik
Tegaknya sida marah beneh
Matanya melotot habang tegak cabek
Awak ndik usah jereh ngurusi nyawa
Tapi sekedar kita tahu maha tulak hambat sampai mriyan ni aku kehilangan kacamata bacaku
Wadakleh busu busu kenapa mandik tanya
Kacamata ada dipakai sida ndik karuan ke situ sini mencari
Sudah urangnya tuha
Rambut keluar uban
Tubuhnya koros
Mun nya marah matanya melotot
Eh bekentut lagi sida
Langganan:
Postingan (Atom)